Miskin Empati, Minim Apresiasi

Suatu hari saya bersama beberapa siswa, santai diserambi masjid selepas mengaji. Ngobrol ngalor ngidul dengan tema spontan. “Saya di rumah sering dimarahi pak,” celetuk salah satu siswa. “Tapi kalau saya membantu, berbuat baik jarang dipuji,” lanjut remaja tersebut setengah protes.

“Saya juga pak dimarahi terus di rumah. Makanya saya nggak betah di rumah,” sergap siswa yang lain. “Guru itu (sambil menyebut nama), kalau di kelas tidak pernah senyum dan suka bentak kalau ngajar,” ujar siswi tidak mau kalah.

“Saya ingin juga dimengerti pak,” kata siswa sambil memendam jengkel. “Masak setiap hari diomelin,” lanjutnya.

Bertubi-tubi nada protes, jengkel, kesal, marah, terluapkan. Mereka plong bisa mengungkapkannya. Sepertinya mereka sudah lama memendam luka batin (bukan luka fisik).

Saya juga heran, mengapa bisa begitu? Memang kadang anak-anak itu juga suka bikin jengkel dan hati panas, tapi saya cepat-cepat menghibur diri, “namanya juga anak muda”. Saya tidak boleh larut dalam emosinya mereka.

Memang saya amati dalam 5 tahun terakhir ini, di keluarga, sekolah, komunitas, saya menyaksikan dan merasakan minimnya apresiasi dan empati. Bahasa lebih lugasnya, pelit pujian. Banyak orang tua suka ngomel ketika melihat kesalahan kecil pada anak. atau marah untuk sesuatu yang bukan prinsip. Giliran anak berbuat baik, orang tua atau guru enggan memuji. Padahal, logikanya “apa ruginya” hanya sekedar pujian berupa “bagus, mantap, sip, atau jempol, dan sebagainya”.

Para orang tua dan guru fokus pada kesalahan, setumpuk kebaikan anak dan siswa seakan menjadi hal yang lumrah untuk tidak dipuji. Apresiasi berupa ucapan singkat, gerak tubuh, anggukan, senyum, itu sudah luar biasa. kita menganggapnya biasa, tapi bagi anak itu istimewa.

Jangan menjadi orang tua dan guru yang tidak pernah memberi hadiah sekaligus mahal dalam pujian. “Ini sungguh terlalu“.

Menjadi penyejuk bagi sang jiwa

Menjadi pendamai bagi sang pemberontak

Anak-anak kita adalah samudera luas bagi para pencari cinta

Kang Ud, 29 Agustus 2022

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *