4 Resep Menuju Sukses Ramadhan

QOLBU.ID— Jangan sampai ramadhan berlalu begitu saja. Kalau tahun kemaren “gagal” sekarang jangan terulang lagi. Jika puasa tahun lalu biasa-biasa saja, sekarang saatnya menuju luar biasa.

Kajian menjelang ramadhan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Jabung, Kecamatan Laren Lamongan, menghadirkan Mohamad Su’ud, sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, Senin (28/3/2022).

Sebelum memaparkan kajian, Su’ud menyampaikan kepada jamaah bahwa dirinya tidak asing lagi berada di tengah-tengah jamaah. “Tahun 1990-1996, saya sering kesini, sewaktu menjadi ketua IPM Cabang Laren,” ungkap alumni SMA Muhammadiyah 3 Maduran, ini.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang biasa dipanggil Kang Ud menyampaikan 4 resep menuju sukses ramadhan.

Pertama, Kuatkan niat. “jangan memasang niat ramadhan biasa-biasa saja. Kuatkan tekad untuk menyongsongnya,” urai Ketua PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 1996-1998, ini.

Menyambut bulan agung, sambungnya, harus diawali dengan niat yang tulus, ikhlas yang hanya mengharap ridho-Nya. “Niat ingin mencapai derajat taqwa. Niat meraih menjadi hamba pilihan,” kata Kang Ud.

Kedua, Bersihkan hati. “Kita akan melakukan perjalanan mulia dan panjang, dibutuhkan hati-hati yang bersih,” tutur Kang Ud.

Menurut Kang Ud, salah satu cara untuk pembersihan hati menjelang ramadhan adalah melepas beban masalah. “Yang masih menyimpan dengki dengan temannya lepaskan, yang masih merasa terdholimi, ikhlaskan,” urai pengisi konseling remaja, Radio prameswara ini.

Ketiga, menentukan target. “Amalan unggulan apa yang ingin diraih di ramadhan ini?, tanya Kang Ud. Su’ud menyarankan agar sepulang dari pengajian segera rumusakan target. “Agar ada sesuatu yang akan dikejar, maka penting sekali menulis impian ramadhan,” tegas Kang Ud di hadapan 200 jamaah yang memadati masjid Al-Muttaqin.

Semisal, lanjut Kang Ud, khatam alquran 2 kali, baca buku, dzikir lebih lama, doa lebih serius, dan sebagainya. “Setelah selesai ditulis tempelkan di dinding kamat, ruang tamu, sebagai pengingat,” papar pria yang juga Kepala SMK Muhammadiyah 6 Modo, ini.

Terakhir, nawaitu paksa. Menurut Kang ud, sesuatu kalau tidak dipaksa, sulit akan tercapai. “Maka, paksakan diri untuk mencapai target yang ditulis, paksakan diri untuk memperbanyak amaln sunnah,” tegasnya.

Su’ud menjelaskan, bahwa sekali-kali jiwa harus dilatih untuk mengahadapi dan menjalani tantangan dari biasanya. “Ramadhan adalah moment besar untuk berubah,” pungkas pria asal Desa Pelangwot Kecamatan Laren, ini.

Tepat jam 21.00, kajian usai. Beberapa pemuda dan remaja masjid keluar sambil membawa makanan bakso. Suara dentuman sendok, garpu menjadi irama yang indah, memecah dinginya malam itu.

Jamaah pulang dengan membawa sejuta harapan.

Marhaban ya Ramadhan.

Reporter: Mohamad Su’ud

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *